Tampilkan postingan dengan label Titled Words for Today. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Titled Words for Today. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Juli 2010

Titled Words for Today - THE DECISION MAKER

"The Decision Maker"

Sahabatku yang sedang mengusahakan kegemilangan hidupnya,

Semoga salam dan sapa saya di malam yang menguatkan ini menjumpai kita semua sedang berada dalam kedamaian hati, juga kehangatan ditengah keluarga dan sahabat terkasih.

Gelar 'khalifah' yang disematkan-Nya pada kita diawal denyut kehidupan kita, bukanlah semata-mata hadir tanpa aral. Dalam keseharian, pribadi-pribadi yang disiapkan menjadi pemimpin itu akan ditemani oleh berbagai keharusan. Salah satunya, keharusan untuk memutuskan.

Bahasan TWFT kali ini diangkat dari kesadaran saya bahwa memutuskan itu penting juga harus. Cerminan kehidupan kita dilihat dari tiap keputusan yang kita ambil. All of us were born to become the decision maker. Sang Pembuat Keputusan.

So please kindly enjoy, think, and absorb.

-------------------------

Anak burung yang baru saja menetas,

Akan selamanya menjadi anak burung yang lemah, manja, juga ketergantungan,

Jika saja ia memutuskan untuk tidak memercayai induknya yang memaksanya terbang.

Dan seorang anak manusia yang polos, lucu, pun penurut,

Akan dengan mudahnya berubah menjadi orang dewasa yang pembangkang, seram, dan miskin,

Jika saja ia memutuskan untuk melakukan segala hal buruk yang dilarang - oleh siapapun itu.

Sahabatku yang baik hatinya,

Dari banyak hal dalam dunia ini, ada beberapa yang menuntut kita sebagai penyelesai.

Salah satunya adalah keputusan.

Seorang pemimpin, akan selalu ditemani jalannya dengan berbagai keharusan untuk memilih antara dua atau lebih pilihan.

Bersamaan dengan itu, muncullah pribadi yang pemalas, yang rajin, yang penunda, dan yang bijak.

Percayalah jika kita menolak untuk memutuskan sesuatu, maka kita akan diwajibkan untuk memutuskan yang lain.

Keputusan itu sifatnya optional.

Namun,

Memutuskan adalah keharusan.

*****

Temanku, yang hatinya masih ranum dalam mengambil tindakan penting bagi hidupnya,

Sekarang saya tanya pertanyaan yang sedikit berani ya?

Benarkah segalanya mungkin bagi Tuhan? Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?

Tidak ada?

Fufu.... jawabannya, ada.

"Loh, kok bisa? Kan Tuhan Maha Bisa atas segalanya?"

Ya... Tapi bukankah telah Ia katakan padamu, bahwa

"Tidak akan Aku ubah nasib suatu kaum, kecuali ia yang merubah dirinya sendiri"?

Yang Maha Tidak Terbatas itu telah membatasi diri-Nya sendiri untuk tidak mengubah mereka-mereka yang bahkan terlalu malas untuk berpikir bagi dirinya.

Menjadikan diri sendiri pribadi yang penunda, cerdas, pemalas, berstatus baik, atau layak menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar kesemuanya itu adalah berawal dari keputusan. Sebuah keputusan yang dipikir matang dan baik.

Kemudian, dengan segalanya itu sadarlah bila ternyata

Aku berhak memutuskan bagi kehidupan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang.

Aku berhak memutuskan menjadi pribadi yang berbahagia.

Aku berhak untuk berbahagia.

*****

Sekarang coba perhatikan kasus ini.

Ada seorang prajurit, yang pada suatu saat oleh atasannya akan diangkat ke tingkatan jabatan yang telah lama diidam-idamkannya ditambah menikahi putrinya yang amat cantik dengan syarat dia harus menemui atasan tersebut pada hari itu juga.

Sedangkan, ibunya yang telah lama berada dirumah sakit divonis dapat meninggal pada hari yang sama.

Bila dia itu Anda, yang mana yang Anda pilih?

Beberapa kawan saya menjawab, "Ya, datangi atasannya saja. Toh, ibunya akan meninggal juga kan? Anggota keluarga yang lain bisa menemani dia, dan kesempatan macam ini mungkin tidak akan hadir dua kali.

Esoknya karena keajaiban, bisa saja ibu itu masih hidup. Dan sekalinyapun tidak, kita masih bisa melayat serta mensalatkan sebagai anak yang baik".

Begitu pulakah Anda?

Lalu bagaimana dengan kemungkinan ini,

Atasan Anda mengetahui perkara itu dan berkata,

'Aku orang yang teramat menghargai orang tua. Bagaimana bisa engkau lebih memilih karir dan wanita dibandingkan ibu yang telah susah payah melahirkan serta menyapihmu? Dan jika engkau bisa tidak peduli terhadap ibumu, bagaimana bisa aku percaya kau akan peduli terhadap anakku?'.

Bila esoknya ibu Anda ternyata masih hidup, apakah ia akan menerima fakta bahwa Anda lebih memilih tahta dan wanita dibanding ibu Anda?

You're what you decide.

Temanku, yang pengertiannya adalah tujuan dari upayaku,

Jika engkau bimbang dalam memilih keputusan yang keduanya kelihatan baik,

Pilihlah yang mengundang senyumnya Tuhan.

Dengannya, sejelek apapun hasil nyatanya, percayalah bahwa itu yang dikehendaki-Nya.

Lalu jika kau bersedih,

Ingatlah,

Kehendak-Nya tidak pernah salah.

Dia-lah Yang Maha Tahu dan Maha Penyayang atasmu.

So, from now on just believe that you have full authority to decide on your own.

Because everebody are leader for themselves. And,

Because everybody will have to and get the same rights to become...


The Decision Maker.

(ADB)

Titled Words for Today - BECOMING A FUTURE AUTHOR

"Becoming A Future Author"

Sahabatku yang sabar dalam menghadapi peluh kehidupannya,

Saya harap tulisan saya yang muncul ditengah rabu malam ini menghadapi kita semua sebagai pribadi yang tidak menyangsikan potensinya sendiri, dan selalu berupaya. Perlu kita sadari bahwa banyak dari kita yang menjalani hari-harinya dengan penuh kekhawatiran akan kejelasan masa depannya, namun tidak terlihat berusaha keras karena sebagian besar waktunya telah ia gunakan untuk khawatir.

Tulisan saya kali ini mengambil ide pemikiran bahwa tidak sepenuhnya masa depan itu buram, atau tidak terlihat. Sebaliknya, ia dapat begitu jelas tergambar di depan kita layaknya hasil tulisan seorang penulis. Just become a future author.

So kindly enjoy, think, and absorb.

--------------------------

Temanku yang pengertianmu adalah upah dari kerja kerasku,

Masa depan tidak dirancang serumit masa lalu.

Sebab bagi masa depan, sekalipun kelihatannya jauh, ia dekat. Masa depan masih dapat kita perkirakan, kita tentukan sebisa-nya kita, kita bayangkan, kita pelajari, tempat kelahiran kata 'harapan' juga 'asa', dan bahkan dapat kita tolak, serta kita persiapkan ancang-ancangnya layaknya menunggu peluit untuk berlari.

Sedangkan masa lalu, sekalipun kelihatannya dekat, ia jauh. Tidak dapat lagi kita ubah, tidak dapat lagi ditentukan, ajang suburnya kata 'penyesalan', tempat yang tidak dapat kita capai, sangat jelas walau juga abstrak.

Masa depan jauh lebih fleksibel dibandingkan dengan masa lalu.

Kita semua dilahirkan bak secarik kertas kosong.

Bagi seorang penulis, kertas itu bagaikan ladang bagi petani, pabrik bagi pengusaha, dan kanvas bagi pelukis.

Yang nilai dari kertas itu dilihat dari seberkualitas apa kertas tersebut.

Dan keberkualitasan itu dinilai dari isinya;

Yakni perilaku, pola pikir, keputusan, sikap, yang dilakukan maupun tidak - oleh kita.

Sekarang saya ajukan penawaran, ya?

Kau bisa hidup dengan semena-menanya terhadap dirimu. Berfikir hanya untuk kesenangan hari ini, untuk kemudian menjadikan hari ini salah satu dari pundi-pundi hari penyesalan di masa tua nanti. Tetap merasa cemas akan kejelasan masa depan, meyakini bahwa tidak mungkin kita punya kuasa terhadap masa depan, sehingga merancukan pengertian akan pasrah dan tidak mencoba. Menjadikan didalam kertas kosong itu dengan sendirinya tertulis bagaimana kamu menghabiskan masa muda dengan perbuatan-perbuatan yang tidak mengindahkan serta menambah penghormatan terhadapmu.

Atau kau bisa hidup dengan penuh kehati-hatian. Ketika kau akan melakukan yang kau tahu itu adalah penyebab penurunan kualitas hidup, kau segera sadar akan keharusanmu memelihara tulisan baik pada kertas milikmu. Kau rancang sendiri masa depanmu dan berupaya sekuat tenaga didalamnya sebab kau tahu Tuhan akan senantiasa mendukung tujuan baik. Masa depan bagimu senyata jembatan yang menyambungkanmu dengan cita-citamu, pun seketara sinar matahari yang menyinari langkahmu daripadanya.

Kau yang menulis masa depanmu sendiri.

*****

Hei...

Aku dengar ada suara kecil di hati yang penasaran itu berkata,

"Bagaimana bisa kita menuliskan masa depan, sedangkan segalanya telah ditentukan?"

Kawanku yang baik hatinya,

Setiap pribadi memiliki lebih dari satu masa depan.

Satu orang yang sama, dapat merasakan masa depan yang buruk, menyulitkan, serta meletihkan sebagai gelandangan jika di masa sekarangnya dia memutuskan untuk pergi dari rumah dan menggunakan semua uang yang ia miliki untuk obat-obatan terlarang.

Namun orang tersebut juga dapat merasakan masa depan yang indah, elegan, juga berkelas jika ia menggunakan waktu yang ia miliki untuk berupaya, berbakti, belajar, serta memberikan pelayanan yang terbaik pada kliennya.

Semua tergantung keputusannya untuk menuliskan masa depan yang mana.

Sejarah tidak pernah bosannya mencatat kehidupan buruk yang dialami anak saudagar kaya yang pemalas sebagaimana ia juga tak pernah jenuh membukukan kehidupan baik yang dijalani seorang anak jalanan yang bertekad kuat.

Sahabatku yang kuelukan keberhasilannya,

Jangan sia-siakan kewenangan yang Dia berikan padamu untuk menulis masa depanmu sendiri.

Maka jadikanlah hati yang ranum terhadap kerasnya dunia ini belajar,

Untuk nantinya ia dapat mengajarkan bahwa kesetiaan terhadap yang membaikkan itulah yang terbaik.

Yang mengisi 'kertas kehidupan' kita tidak lain adalah diri kita sendiri, sadar maupun tidak.

Bila engkau khawatir akan noda di masa lalu yang telah engkau tumpahkan pada kertas itu,

Yakinlah bahwa Ia niscaya akan dengan senang hati dan mudahnya menghapus noda itu - dengan kesadaranmu.

If you are not sure about your future,

Just simply ensure yourself that,

Everyone are future author for themselves.


(ADB)

Titled Words for Today - IT TAKES TWO TO TANGO

"It Takes Two To Tango"

Teman-temanku yang sedang mengupayakan keberhasilan hidupnya,

Semoga kehadiran tulisan saya di minggu pagi yang benderang ini menemui kita semua sebagai pribadi yang mengutamakan kepentingan orang lain dalam kesehariannya. Juga sebagai pribadi yang mengetahui bahwa keberhasilan tidak datang sendiri, melainkan bersamaan dengan kepantasan kita menerimanya.

Sahabatku yang tumbuh rasa ingin tahu di hatinya,

TWFT kali ini diambil dari sebuah idiom lama, namun tak pernah cukup tua untuk senantiasa mengingatkan kita mengenai salah satu hal penting di dunia ini. A relationship. Sebuah hubungan. Baik itu antar sesama, atasan, bawahan, murid, guru, atau pasangan. It's always takes two to tango.

Please kindly enjoy, think, and absorb.


-------------------------------------------------------------------------

Sahabatku yang terkasih,

Saya buka dengan pertanyaan, ya?

Jika ada dua orang,

Yang pertama adalah orang kaya, bertempat tinggal di rumah yang bahkan membuat iri presiden, memegang jabatan sebagai orang nomor satu di perusahaan terbesar dunia, dan cemilannya setiap hari adalah kaviar;

Yang kedua adalah orang miskin, tidur di rumah beratap tak permanen, tidak bekerja, dan satu-satunya hal yang pasti baginya adalah dia tidak dapat makan dengan teratur.

Yang mana yang lebih kaya? Yang pertama?

Sekarang saya detilkan lagi.

Yang pertama itu arogan. Dia tidak menghargai kerja keras dan sering menggunakan cara yang tidak layak untuk mencapai sesuatu. Dia ditinggal istri dan anaknya karena rumah hanya garasi baginya. Tempat ia menaruh deretan mobil yang layaknya showroom. Perangai buruknya membuat ia dihargai, namun tidak dihormati.

Yang kedua orangnya santun. Ia tidak menguasai kalkulus tapi ia pandai menyenangkan orang dengan bahasanya yang halus. Anak dan istrinya selalu mendukungnya karena mereka tahu keberhasilannya, adalah keberhasilan bersama. Ia memiliki banyak orang yang mengenalnya sebagai pribadi yang baik, sehingga banyak yang sering membantunya.

Sekarang yang mana yang kaya?

Ketahuilah bahwa,

Sesungguhnya orang kaya yang tidak bahagia itu hanyalah orang miskin yang memiliki uang lebih.

Dan selama salah satu komponen pembentuk kebahagiaan adalah hubungan baik dengan orang lain,

Perbaikilah hubunganmu.

Kita tidak bisa hidup sendiri. We need somebody else.

Tidak ada satu kaisar duniapun yang bisa menjadi kaisar bila pengikutnya sepakat untuk tidak mengikutinya.

Janganlah pernah engkau berpikir dapat sukses tanpa kehadiran orang lain.

Karena prinsip hidup seperti itu jaminannya dinamakan 'kegagalan'.

Perlu dua orang untuk menari Tango.

*********

Meminta maaflah pada mereka yang kau sakiti,

Karena meminta maaf adalah metode penyambung silaturahmi yang telah digunakan selama berabad-abad dan terbukti masih berhasil.

Dan perbanyaklah kerabatmu.

Bukankah Tuhanmu telah berkata,

Bahwasanya Ia menciptakanmu bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, tidak lain untuk saling mengenal?

Tujuan hidup kita sebenarnya adalah dengan menjadi lebih berguna bagi lebih banyak orang.

Duh... kudengar ada bisikan kecil di hati yang penasaran itu dan berkata,

"Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan kepada orang dekat kita? Kan mereka tidak bisa diperlakukan sebagaimana orang lain?"

Sebelumnya pahamilah,

Untuk apa lagi kita bersusah payah, dan berupaya keras tiap hari - baik itu belajar maupun bekerja - selain untuk membahagiakan orang yang kita sayangi?

Namun seringkali kita teralihkan dari tujuan awal itu, dan terlihat bekerja laksana robot yang tanpa hati.

Perbaikilah hubunganmu. Dan,

Tunjukkanlah rasa sayangmu.

Datanglah kehadapan orang yang kau sayangi itu - baik ia orangtua, saudara, pacar, atau istri - dengan pandangan sayu dan ramah lalu katakan,

"Hei, aku ini sayang padamu.

Segala yang kuupayakan, kupertahankan, dan kucoba untuk dapatkan dengan sebagus-bagusnya cara adalah untuk membuatmu bahagia.

Pamrihku adalah senyummu yang melumatkan segala peluhku.

Setiap detik yang lalu akan tersiakan bila engkau tidak bahagia atasku.

Jadi, tolong dukung aku terus ya?

Agar aku tersemangati untuk menghabiskan hari-hariku yang tersisa demi orang yang kucintai.

Kamu..."


You will never walk alone, and

You will never finish something just by your own self.

Because,

"It takes two to tango"

(ADB)

Titled Words for Today - LIFE IS SO COMPLICATED, AND YET SO SIMPLE

"Life Is So Complicated, And Yet So Simple"

Semoga salam dan sapa saya di malam hari yang menguatkan ini menemani kita semua dalam perjalanan kita menjadi pribadi yang kekuatannya untuk selalu memperbaiki diri lebih besar dari kekuatannya untuk menunda.

TWFT kali ini terinspirasi dari kejadian hari ini. Beberapa kawan saya tersingkir dari harapannya untuk melanjutkan lomba OSN lantaran terkendala kuota. Mereka-mereka yang tersingkir itu bukannya tidak mampu, malah disangsikan akan gagal. Pedihnya, persaingan terberat tidak berasal dari sekolah lain, melainkan dari teman satu sekolah. Sebagian diantara mereka tidak dapat menerima, sebagian terpaksa menerima, dan sebagian mengikhlaskan diri akan yang terbaik.

Tulisan ini, tidak semuanya analog dari kejadian tersebut. Lingkupnya saya luaskan agar bisa diimplementasikan bagi ruang yang lebih besar. Semoga bahasan saya kali ini dapat memudahkan kita semua untuk mengerti bahwa kehidupan memiliki caranya sendiri untuk mengatakan, 'Belum saatnya'.

So kindly enjoy, think, and absorb.

--------------------------------------------------------------------------

Hidup itu rumit, dan juga begitu sederhana.

Sahabatku yang baik hatinya,

Kehidupan itu tergantung dari sudut mana kita melihatnya,

Dapat terlalu rumit untuk ditebak dan dapat pula sangat sederhana untuk dijalani.

Bagi mereka yang memandangnya rumit,

Alam bawah sadarnya akan dengan segenap kemampuannya mengubah persoalan kecil menjadi seakan-akan besar dan menuntut penyelesaian yang memerlukan banyak energi.

Sehingga,

Mereka itulah yang pada akhirnya akan menua dalam kekhawatiran-kekhawatiran tidak penting yang mereka ciptakan sendiri atas masalah yang mereka besar-besarkan.

Kita hanya sepenting yang kita khawatirkan.

Yang mengkhawatirkan hal-hal yang remeh,

Akan ahli sekali menyelesaikan perkara remeh - namun sangat pemula untuk tanggung jawab yang besar serta berpengaruh.

Orang-orang itu, lisannya sangat lancar sekali mengatakan, 'Hidup ini tidak adil'.

Mereka menyalahkan kehidupan ini atas kerumitannya dalam menyampaikan respon tidak setuju kepada rencana yang telah mereka rancang kemudian seolah berharap kehidupan akan merasa bersalah dan memperbaiki.

Kehidupan akan mensahabati orang-orang yang mengerti ia.

****************

Sahabatku yang sedang menyusun kecemerlangan hidupnya,

Hidup itu rumit, dan juga begitu sederhana.

Jika tadi rumitnya hidup dapat dilihat dari pola pikir orang, sebetulnya ruwetnya hidup memang ada secara literal.

Yang menjadikannnya pantas dikatakan rumit,

Adalah tidak pastinya seseorang - yang bahkan telah berupaya keras, berdoa, berbuat baik, berserah, cerdas sekalipun - untuk meraih yang dia inginkan.

Sebagaimana tidak pastinya seseorang - yang bertopang dagu, pemalas, bertemperamen tinggi, berperilaku buruk, egois, bahkan pembangkang - untuk menjadi seterpuruk akhlaknya.

Terkadang itu pulalah yang menjadikan upaya berazas menghalalkan segala cara tumbuh subur di benak kita.

Menjadikan kita bingung akan langkah terbaik yang harus kita ambil.

Namun ingatlah,

Yang menjadikannya pantas dikatakan sederhana,

Kehidupan akan mensahabati orang-orang yang mengerti ia.

Kehidupan sesungguhnya seramah kucing rumahan, jika kita mengerti bagaimana pendekatannya.

Pribadi yang memandang kesederhanaan hidup ini, bahkan bisa men'diferensial'kan perkara yang memang benar-benar besar.

Ia yakin bahwa sulitnya hidup hanya karena ia belum mengetahui bahwa,

Sejelek apapun hasil yang kita terima,

Sejauh apapun dari rencana yang kita susun,

Sepedih apapun rasa sakit yang ditanggung atasnya,

Sebesar apapun usaha yang kita anggap sia-sia menyusul kegagalannya,

Asal niatmu baik, yang kau lakukan itu baik, dan tujuanmu baik, itu baik.

Percayalah, itu yang Tuhanmu pilihkan untukmu - dan itu yang terbaik.

Dan rencana Tuhan, adalah hal terjelas yang paling sulit kita lihat.

Jelas karena tujuannya tidak lain kecuali memuliakanmu.

Sulit karena bentuk jadinya, selalu tidak pernah disangka-sangka.

Yakinlah,

Tidak ada yang lebih sayang dengan tulus padamu, melainkan Ia Yang Maha Penyayang.

Sederhanalah. And be positive.

Life is so complicated, and yet so simple.


(ADB)

Titled Words for Today - I'M ALIVE

"I'm Alive"

Semoga salam dan sapa saya di pagi hari yang menyemangati ini menemui kita semua sebagai jiwa-jiwa yang menyadari kualitas baik dalam kehidupan, serta sebagai mereka yang mengakui bahwa selalu ada lebih baik di atas yang baik.

Setelah lama tidak menuliskan WFT berjudul (selanjutnya lebih nyaman disebut TWFT), kali ini saya menyusunkan sebuah TWFT yang sekali lagi menyadur judul dari lagu Celine Dion,
"I'm Alive".

So kindly enjoy, think, and absorb.

-------------------------------------------------------

Sahabatku, yang pandangan matanya sedang tertuju pada sebuah layar di depannya...

Pernahkah engkau berpikir akan belum lengkapnya hidupmu?

Menyadari bahwa sesungguhnya apa yang telah kau lakukan sekarang,

Belum layak disandingkan dengan umur yang telah kau habiskan?

Menyesali tiap detik akan kesalahan masa lalu,

Untuk akhirnya di masa depan menyesali hari ini karena hanya dipakai untuk menyesal?


Cobalah kau perhatikan.

Banyak diantara kita yang baru mau merasa senang setelah memiliki pacar.

Banyak diantara kita yang baru mau menjalani hidup sepenuhnya setelah mendapatkan pekerjaan bergaji besar.

Banyak pula yang baru mau melakoni hari-harinya dengan senyum setelah menduduki jabatan tertinggi dalam suatu organisasi.

Lalu jika semua itu tidak ada yang tercapai, kapan kita akan merasa hidup secara utuh?

Atau, karena kebahagiaan adalah salah satu komponen pelengkap kehidupan, kapan kita merasa bahagia?


Jangan mensyaratkan kehidupan.

Sebab terbukti, mereka yang mensyaratkan kehidupan hanya akan bahagia bila syaratnya terpenuhi.

Dan bila syarat tersebut hilang, mereka tidak akan bahagia lagi.


Sobatku, yang hatinya masih ranum terhadap pengertian...

Perhatikanlah, mereka yang menyia-nyiakan kehidupan dengan tidak mensyukuri apa yang ada sebagai alasan untuk berbahagia, akan di sia-siakan pula di kehidupan yang sesungguhnya.

Kebahagiaan adalah masalah keputusan.

Tetapi, seperti semua keputusan - kebahagiaan sering dikerdilkan oleh tidak cukupnya ketegasan.

Maka tegaslah untuk memutuskan bahwa:

Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang.

Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini.

Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.


Setiap orang memiliki hak untuk berbahagia.

Dengannya, kita akan merasa bahwa kita benar-benar hidup.

Selalulah berlaku sepenuhnya untuk hari ini, agar Ia senantiasa memberikan sepenuh-Nya untukmu.

Bukankah hidup yang indah itu adalah hidup bahagia dengan penuh kesyukuran dalam beribadah kepada-Nya?


Fufufu...

Kudengar dalam hatimu kau berkata,

"Benar, sekalipun...

Kedengarannya memang muluk ketika dikatakan kita harus beribadah pada-Nya dengan tulus hati dan penuh pengharapan sebagaimana kita saat menanti slip gaji bulanan."

But, that's the way it is.

Toh ibadah bukan cuma berdiri diatas sajadah sebanyak lima kali sehari, kan?

Itu sebabnya, yang membahagiakan orang lain akan lebih pantas untuk dibahagiakan.


Sebagaimana telah santer kita dengar,

Yang memegang kontrol bagi kehidupan kita ialah diri kita sendiri.

Jika bukan kita, maka orang lain akan dengan senang hati mengambil alih.

Dan itu adalah langkah awal bagi 'tidak merdeka'-nya kehidupan.

Orang yang secara tegas memutuskan ingin berbahagia, melihat kehidupan sekecil apapun sebagai suatu bentuk yang besar.

Serta menjadikan orang itu lebih layak untuk dihadiahi lebih,

Dibanding mereka yang bekerja setengah hati di kantor seumur hidupnya.


Maka anjurannya bagi kita adalah,

Yang benar-benar hidup, adalah yang senantiasa bahagia.

Yang benar-benar bahagia, adalah yang kerap bersyukur.

Yang benar-benar bersyukur, adalah yang selalu melihat baiknya.

Yang benar-benar melihat baiknya, adalah yang tidak mengeluh ketika dibebankan cobaan yang berat.

Karena tidak ada satu hal beratpun, yang reward-nya kecil.

Tuhan tidak pernah berkata tidak. Ia hanya berkata belum.

Perluaskanlah pandanganmu,

Perbanyaklah orang yang mengenalmu sebagai pribadi yang baik,

Lalu perhatikan apa yang terjadi.

"I'm Alive".

(ADB)

Titled Words for Today - A NEW DAY HAS COME

"A New Day Has Come"

Semoga salam dan sapa saya di pagi hari yang mencerahkan ini menemui kita semua sebagai pribadi pilihan, yang pilihan-Nya jatuh kepada kita karena kita telah memilih untuk tetap berada di jalan-Nya.

Setelah sebelumnya saya pernah menulis dengan moda bicara seorang sahabat, kini saya akan memodakan seorang kakak yang berbicara pada adiknya.

WFT kali ini muncul setelah mendengar lagu yang dinyanyikan Celine Dion,
"A New Day Has Come".

So kindly enjoy, think, and absorb.

-----------------------------------------------------------------------------------------------

"Aku sudah menunggu terlalu lama...
Untuk datangnya sebuah keajaiban...

Semua menasihatiku untuk tetap kuat...
Bertahanlah, dan jangan menitikkan air mata..."


Adikku,

Terlalu sering aku mendengar keluhmu yang menyalahkan matahari, mengapa ia tidak bersinar lebih terang...

Tidak jarang pula aku merasakan sedihmu. Karena katamu, bulan pergi terlampau cepat...

Adikku,

Tahukah kau pada saat itu aku tersenyum?

Sebab kumelihat polahmu yang menyelesaikan penjumlahan sederhana dengan perhitungan rumit?

Sebab kau mencari kunci yang sesungguhnya sedari tadi kau genggam?

Hei...

Kakakmu ini sayang padamu,
Karenanya, selalu kupetuahkan padamu,

Jika kau ingin memperbaiki masa lalumu, hiduplah untuk hari ini.
Karena dalam dua hari, besok menjadi kemarin.

Sehingga, jika kau baik hari ini, maka esok, masa lalumu akan menjadi baik. Ya?


Adikku sayang,

Kakak tahu kamu orang yang kuat.
Maka janganlah kau teteskan air matamu yang berharga itu untuk perihal kecil.
Yang pantas, akan mendapatkan yang pantas.

Tenanglah...

Hari baru telah datang.


Bersikaplah layaknya orang baik, karena ciri pribadi yang baik,

adalah ia yang menjaga sebaik-baiknya sikap, walau dalam seburuk-buruknya keadaan.

Sabarlah...

Hari baru telah datang.

Biarkan hujan hari ini turun dan membasahi kesedihanmu...
Biarkan ia mengisi hatimu dan menenggelamkan ketakutanmu...
Biarkan ia hancurkan dinding hatimu yang kelam, untuk matahari yang baru...

Cup...kini aku melihat cahaya di matamu..
Di mata seorang adik kecil yang berkepribadian besar.

Adikku tercinta,

Ingatkah kau, saat kau mengelusku di tengah perihku?
Kala itu, aku tidak percaya,
Bahwa ternyata kakak sedang disentuh oleh malaikat dengan cinta.

Adikku,

Jika yang kau lakukan baik - maka apapun hasilnya - percayalah, itu membaikkan.

Terpikirkah engkau, bagaimanakah cara untuk membahagiakan orang lain?
Dengan meninggikannya.

Dan engkau dengan polosnya bertanya..

"Lalu bagaimana dengan kita?"

Jika kita sudah terlalu baik untuk ditinggikan manusia,
maka Tuhan akan mengangkat mereka yang meninggikan hambanya, kita.

Maka bertahanlah dengan perbuatan baikmu itu, adikku.

Berbuatlah sepenuhnya untuk hari ini, agar Ia senantiasa memberi sepenuh-Nya untukmu.

Tenanglah... Jangan menangis lagi, ya?

"A New Day Has Come".

(ADB)

Titled Words for Today - ENGKAU TINGGIKAN AKU

"Engkau Tinggikan Aku"
(Josh Groban)

Semoga salam dan sapa saya di malam hari yang indah ini menemui kita semua sebagai pribadi-pribadi yang upayanya untuk mengerti, sekeras upayanya untuk berhasil.

WFT kali ini terinspirasi saat makan siang, dan mendengarkan sebuah lagu lama, yang sempat santer terdengar di telinga kita, dan lama pula akibatnya bagi pribadi yang paham.

Karena WFT kali ini menemakan seorang sahabat, maka saya akan memakai moda bicara layaknya seseorang yang sedang berbicara dengan temannya. So kindly enjoy, read, and relax.

----------------------------------------------------------------

Temanku, yang kutahu hatimu menderita lebih dari yang wajahmu sampaikan padaku,

Kau tahu,
bahwa derita yang kau alami itu, tidak akan berakhir,
tanpa bertambahnya kasih dan sayang-Nya padamu?

Kau tahu,
bahwa tidak ada pribadi besar berpangkat tinggi yang memulai paginya setenang mereka yang gagal sekarang?

Kau tahu,
bahwa tidak ada kehidupan - tidak ada tanpa kelaparannya sendiri?

Bagi jiwa-jiwa yang melemah, terkadang jantung memang bisa berdetak begitu tidak sempurnanya.

Hidup ini bukanlah seperti jalan landai tempat pesawat-pesawat dapat tinggal landas dengan mulusnya,

namun ia berbatu-batu,
agar yang berjalan di atasnya pun selalu berhati-hati agar tidak tergelincir.

Aku tersenyum,

Mendengar ujarmu yang menginginkan kebaikan, namun kau tebus itu dengan cara-cara yang
mengusir kebaikan.

Aku tersenyum,

Melihat tingkahmu yang pusing akan masalahmu, seakan kau tidak tahu bahwa tidak ada pribadi kuat yang ditugasi perihal kecil.

Camkanlah dalam pengertian baikmu, bahwa atom-pun memerlukan energi untuk naik.

Tuhan terlalu penyayang bagi hambanya untuk sekadar memberi kesenangan pada hambanya.

Ia akan senantiasa menginginkan hambanya bahagia.

Bukankah telah kukatakan padamu, bahwa keindahan dari pencapaian itu selalu terdapat di alam proses?

Berubahlah, itu yang selalu kupetuahkan padamu.

Dan hatimu berkata lirih, 'Aku? Berubah?'.

Ya...,

aku mendengar keraguanmu itu.

Tapi aku juga mendengar ledakan semangat dari mereka yang dicadangkan oleh Tuhan akan berhasil karena sikap mereka.

Tidak ada pribadi lama yang pantas bagi sesuatu yang baru.

Berdirilah dengan tegas dan menarilah di atas ombak kehidupan,

karena jika tidak,

ombak kehidupan akan menari di atasmu.

Jika yang kau inginkan tidak kau mulai sekarang, apa yang akan menjadi jaminan itu akan kau laksanakan nanti? Ingatlah bahwa semakin banyak yang kau janjikan, semakin kau dituntut.

Dan aku ingat kala itu kau menjawab:

Kau tinggikan aku,
sehingga dapat kutularkan api dari lilin-lilin semangat yang kau nyalakan padaku.

Kau tinggikan aku,
sehingga aku tertenagai oleh janji-janji yang juga dihadiahkan pada mereka yang sadar.

Kau tinggikan aku,
sehingga aku dapat berjalan diatas gelombang yang berangin badai.

Kau tinggikan aku.....

Untuk menjadi lebih dari yang bisa aku lakukan.

(ADB)

Titled Words for Today - MEMBACA RENCANA TUHAN

"Membaca Rencana Tuhan"

Semoga sapa dan tulisan saya di malam hari yang menyejukkan ini menemui kita semua sebagai pribadi-pribadi pelajar yang berkualitas profesional.

Berangkat dari bahan diskusi seorang teman, saya menjadi terpikir untuk menjadikannya WFT. So kindly relax, enjoy, and absorb.

----------------------------------------------------------------------
Marilah kita mulai perbincangan kita dengan beberapa pertanyaan:

Temanku,

Pernahkah kau merasa dikerdilkan mereka yang lebih sukses darimu?
Padahal nyata-nyatanya engkau yang berusaha lebih?

Pernahkah kau merasa tersia-siakan atas upayamu yang menyiksa?
Padahal sikap mereka yang berjaya setenang embun pagi?

Temanku,

Pernahkah kau berpikir disela-sela istirahatmu akan tidak adilnya hidup ini?
Dengan membiarkan hanya sebagian kecil bagi mereka yang berjuang yang berhasil?
Dan membiarkan mereka yang tidak pantas tindakannya menerima semua kemenangan?


Yang akan kukatakan ini, mungkin tidak baru bagimu, tapi yakinlah ini akan
semakin membantumu menyadari.

Bahwa,

Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang itu, tidak akan digelari Pengasih dan Penyayang, jika Dia tidak berkasih sayang pada ciptaan-Nya.

Kuatkanlah keyakinanmu bahwa kita tidak memerlukan Tuhan,
jika kita mampu mengendalikan segalanya, termasuk masa depan.

Bukankah untuk membaca kita harus melihat?

Renungkanlah lagi akan seringnya kita menutup indera kita akan pengertian-pengertian yang menjadikan kita lebih mengerti, mengapa yang terjadi itu terjadi.

Bukankah untuk membaca kita harus melihat?

Temanku, yang sedang membangun kualitas hidup yang lebih baik demi masa depannya,

Suatu kebaikan dapat menjadi cobaan hanya bagi mereka yang belum siap menerima yang lebih. Namun bagi kita, pribadi-pribadi pilihan-Nya, apakah yang keburukan hasilkan? Keburukankah?

Come on... Tidakkah seorang pandai besi menempa besinya agar ia dapat menjadikannya pedang terbaik untuk digunakannya?

Janganlah engkau berpikiran pendek, karena berpikiran pendek itu syarat utama menjadi pribadi yang tidak baik.

Jiwa yang baik, yang meyakini kekukuhan keyakinannya itu berpikiran panjang dengan mengetahui apapun kejadian buruk sekarang, bertujuan menjadikannya pribadi yang lebih pantas nanti.

Proses tidak pernah nyaman. Perhatikan itu.

Sekarang, jika engkau masih merasa sulit akan jawaban segala pertanyaanmu, patenkanlah dalam pengertian baikmu bahwa sinar-sinar kita berasal dari ilmu dan pengetahuan yang kita ijinkan masuk.

Dan patenkanlah pula, mengenai satu kata yang mewakili judul ini. Satu kata biasa yang tidak biasa dampaknya bagi mereka yang percaya.

Melihat baiknya, Optimis.

Tercerahkanlah akan mengapa orang-orang kecil berkepribadian besar yang setiap harinya berjuang untuk makan normal bisa tetap bahagia.

Itu adalah karena mereka mampu untuk...


"Membaca Rencana Tuhan".

(ADB)

Titled Words for Today - I'M WHAT I DRINK

"I'm What I Drink"
(Evian Drink)

Semoga tulisan saya di malam hari yang indah ini menemui kita semua dalam keadaan baik, dan senantiasa mengusahakan perbaikan dalam setiap gerak-gerik perbuatannya.

Hujan yang membasahi jendela lantai 30 di sebuah apartemen di Bangkok saat ini, menemani saya untuk melihat sekumpulan besi berjalan yang tak kunjung habis sejak tadi pagi, dan itu pula yang membuat pandangan saya tertuju pada sebuah minuman dalam botol yang bertuliskan, "I'm What I Drink".

So kindly learn, enjoy, and absorb.

--------------------------------------------------------------------------------------------------

I'm, and every single thing I've done, told, plan, and think, made of what I drink.

Pribadi yang jernih, ialah ia yang hanya mengizinkan yang jernih untuk memasuki dirinya.

Secara fisik, karena kita 70% air, maka ia adalah air.

Secara batin, maka ia adalah perbuatan.

Jelaslah mengenai apa yang kita inginkan, agar kitapun jelas akan apa yang seharusnya kita perbuat agar mudah sampai ke sana.

Pahamlah mengenai apa yang kita tuju, agar setidaknya kita tahu apa yang tidak kita tuju.

Tekunlah mengenai apa yang dapat kita lakukan, karena itu sama pentingnya dengan mengetahui apa yang tidak sepantasnya kita perbuat.

Selalulah yakini diri kita bahwa, hanya yang pantas yang boleh masuk.

Sebagaimana harus pantasnya tinggi seorang anak agar ia diperbolehkan masuk ke taman bermain.

Sahabatku, yang dengan baiknya meluangkan waktunya untuk menaruh pandangan matanya ke layar saat ini.

Bukanlah jarang saya mendengar orang yang belum dapat menyebutkan keinginannya.

"Belum dapat", bukan berarti diperuntukkan hanya bagi mereka yang tidak dapat menyebutkan, tapi juga mereka yang menyebutkan bukan sebenarnya.

Apa yang mereka sebut? Air.

Seorang profesor yang berusaha dengan kepandaiannya untuk mengumpulkan air ditangan mereka,

dengan segala ilmu yang dimilikinya, tidaklah lebih pintar dari seorang bocah yang dengan

sederhananya menarik sumbat genangan air itu dan mewadahinya.

Banyak hal yang kelihatannya sulit, justru menuntut perbaikan yang sederhana.

Dalam hal ini, siapa yang bisa menolak yang dijanjikan-Nya kecuali mereka yang tidak ingin?

Cek.

Periksa, seberapa keruh perbuatan kita yang telah merubah kita dari fitrah kita sebelumnya?

Marilah kita kembali polos.

Dan apa sebuah kalimat kecil yang tersirat dalam setiap perkataan pribadi-pribadi besar yang namanya tidak pernah asing itu?

"I'm What I Drink".

Begitu dulu, ya? Good Night!
--------------------------------------------
(ADB)

Titled Words for Today - TREASURE UNDER GLASS

"Treasure Under Glass"
(Scrooge McDuck/Don Rosa)

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hatimu adalah lautan terluas.
Hatimu adalah saringan terhebat yang mampu membedakan sebuah kelakuan, sesulit apapun itu. Hatimu adalah harta karun yang amat berharga, hingga harus dipertunjukkan pada orang lain.
Itulah sebabnya ia ditaruh di atas bantal beludru didalam sebuah kaca bening dan disebut...

Treasure Under Glass. Harta karun didalam kaca.

Banyak orang tidak menyadari bahwa hatinya adalah potensinya. Banyak yang tidak menyadari bahwa hatinya menentukan kualitas dan durasi kepemilikan penghargaan yang didapatnya. Sehingga ia menutupinya dengan kain kotor dan menaruhnya di pojok ruangan yang berdebu.

Berbanggalah kita pada diri kita jika kita yakin perbuatan kita selama ini layak untuk dijadikan jaminan keselamatan yang selalu dikhawatirkan orang tua kita.

Lega-lah kita terhadap jiwa kita bila kita yakin segala yang telah kita upayakan selama ini setidaknya sejalan dengan jalan mereka yang dijanjikan kemenangan.

Berbahagilah kita untuk batin kita bila kita yakin segala kesulitan yang pernah kita hadapi berhasil kita jadikan anak tangga peningkatan kualitas menuju yang patut dihargai orang.

Jika tidak?

Pikirkanlah, sudah berapa lama kita menghabiskan waktu untuk menjalani tindakan yang tidak mendukung kebesaran? Pandanglah wajahmu di cermin dan tanya, sudah berapa kali kulit ini berkembang dalam penuaan yang diisi dengan perjalanan menuju yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah keindahan bertindak yang lurus?

Jika ya?

Ingatlah bahwa tujuan mereka yang paling sering kita lihat ketika kita baru lahir terhadap benih kecil yang halus itu adalah agar benih itu tumbuh menjadi pohon besar nan rindang, yang daunnya dipakai orang untuk menaungi mereka, ketika hujan masalah mengguyur diri mereka sampai mereka basah dan kepayahan. Yang buah hasil dari pekerjaan tumbuhnya menjadi sumber pangan bagi mereka yang kesulitan.

Yakinlah bahwa Yang Maha Kuasa memberikan hak untuk berdoa meminta ampun kepada hambanya, ialah karena hambanya memiliki hak untuk berubah dan berhasil-dan Ia memiliki kuasa untuk merubahnya.

Pribadi yang mampu menarik serangga kemegahan dari kehebatan-Nya, hanyalah pribadi yang memiliki cahaya cukup terang. Dan cahaya paling terang berasal dari pengetahuan yang diolah didalam sebuah anugerah yang disebut, hati. Hati yang tak terbatasi oleh keinginan menyetujui hanya yang dikehendaki nafsunya. Hati yang sangat berharga untuk dipelihara.

Maka, bagi jiwa yang memahami, ia akan memindahkan hatinya dari pojok ruangan yang berdebu, membersihkannya, dan menaruhnya di tengah ruangan mewah. Dengan semangat ia membuka kain kotor yang selama ini menghindarinya dari pandangan orang. Sehingga di pagi hari ia mampu menyerap sinar-sinar kebahagiaan yang dipancarkan matahari. Menjadikannya pantas untuk dipamerkan. Menjadikannya cukup istimewa untuk menghantarkan pemiliknya menuju pintu yang mengagung-agungkan kemewahan.

Begitu berharga, sehingga ia patut ditunjukkan kepada jiwa yang melemah.

Because it's a...

"Treasure Under Glass".
(ADB)

Sabtu, 24 Juli 2010

Titled Words for Today - YOUR LIFE IS THE MOST INTERESTING CHANNEL

"Your Life is the Most Interesting Channel"

Judul ini menjadi tidak asing lagi sejak banyak media memunculkannya. Agak lucu memang, karena saya selalu merasa aneh tiap kali membaca slogan ini. Tapi, memang dari sanalah asal inspirasi saya. So enjoy, relaks, and absorb.

Saat Matahari mulai kembali ke peraguannya, hanya bulan yang tidak tahu apa yang terjadi di siang hari. Berlaku layaknya sebagian manusia, bulan itu sebenarnya telah merugi karena ia tidak tahu bahwa daur kemunculannya - yang hanya sekitar 10 jam - telah membuatnya kehilangan begitu banyak kejadian bermakna di siang hari.

Jika hidup kita adalah saluran terbaik, maka kitalah produser, sutradara, dan juga semua kru yang terlibat dalam pembentukan saluran tersebut.
Jika hidup kita adalah saluran terbaik, maka sudah sepantasnyalah kita menyajikan tayangan terbaik bagi pemirsa yang "memirsai" kita.
Jika hidup kita adalah saluran terbaik, sampai kapan kita akan menghabiskan masa tayangnya dengan tampilan kejadian yang tidak pantas? Tidak pantas untuk gelar terbaik?

Anehnya, begitu banyak hal yang mampu kita jadikan perbaikan kualitas hidup sehingga kita jarang melakukannya. Namun akan saya kerucutkan hingga ke beberapa hal yang menurut saya penting. Perhatikan ya, ini logis sekali. Kalau hidup kita itu saluran televisi, maka yang menikmati adalah? Orang lain.

Tapi, siapa yang paling berbahagia? Produser, sutradara, dan kru lain karena semakin banyak mereka ditonton, semakin besar pendapatan mereka. Jadi, bahagiakanlah orang lain karena itulah sumber kebahagiaan. Dan kebahagiaan adalah faktor terhebat dalam pembuktian baiknya kualitas hidup.

Lihatlah dengan jelas.

Seorang peneliti gajah yang baik, tidak akan menghasilkan karya optimal bila ia hanya melihat gajah dari mukanya saja. Seekor burung, yang dengan liarnya menyerang tiap orang yang lewat, sesungguhnya dengan halusnya me-nina bobo-kan keempat anaknya yang cukup lemah untuk mencari makan sendiri. Seekor mangsa, yang hanya mengawasi pemburunya dari depan tidak akan menyadari bahwa teman pemburu itu siap menyerang dari belakang.

Lihatlah dengan jelas.

Tidak perlu memimpin sebuah perusahaan besar untuk mengetahui bahwa dalam membangun sebuah visi diperlukan keyakinan yang mendalam. Keyakinan adalah langkah pertama yang menyusun seribu langkah kepemimpinan berikutnya. Ibarat kapal, keyakinan adalah dermaga tempatnya berlabuh dan mengingat mengapa ia harus berlayar.

Karena kegagalan adalah tanda akan adanya jaminan keberhasilan. Dan...iman, adalah nama dari keyakinannya. Iman dan keyakinan, adalah dua kata yang saling melengkapi. Namun beda tingkatannya bagi mereka yang menyadari. Keyakinan adalah garam yang harus selalu ditaburi dalam setiap racikan perbuatan dan rencana kita.

Tapi....mengapa harus begitu?

Because...

"Your Life is the Most Interesting Channel".

(ADB)

Titled Words for Today - YOUR SMILE IS YOUR GREATEST WEAPON

Mereka yang tersenyum kala hal buruk menimpa mereka, adalah mereka yang sadar bahwa jika ia tidak dapat diberikan kebahagiaan pada saat itu, ia akan berlari ke arah lain dan mampu menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Ia menjadikan hidupnya berharga. (ADB)

Words for Today - Your Smile is Your Greatest Weapon

Sunday, June 21, 2009 at 5:24pm
Your Smile is Your Greatest Weapon.

Dalam kehidupan kita, seringkali kita bertemu dengan orang-orang yang unik. Salah satunya, pernahkah Anda bertemu dengan orang yang setiap hari tersenyum? Yang setiap kali ia berbicara dengan orang lain, apapun topiknya ia tersenyum? Dan hanya terlihat mulai berhenti ketika tidak ada orang disekitarnya? Jika Anda tidak, saya pernah.

Tepatnya ada sekitar 4 orang yang saya temui dalam hidup saya yang wajahnya seperti itu. Satu hal yang menjadi kesamaan dalam diri mereka selain wajah mereka yang selalu menunjukkan rona harapan ialah hal yang paling tidak dinanti dari mereka adalah kemarahan mereka.

Lucu, ya? Ketakutan saya untuk mengecewakan dan membuat mereka marah jauh lebih besar ketimbang terhadap orang yang melewati hari-hari mereka dengan wajah cemberut.

Your Smile is Your Greatest Weapon.

Pernah saya tuliskan di WFT lalu bahwa orang yang mengerti itu mukanya tercerahkan. Sekarang akan saya kaji lebih lanjut apa yang dimaksud tercerahkan. Pernah melihat pekerja pabrik yang kerjanya hanya melihat papan berjalan saja hingga ia kelaparan? Apa ekspresi wajahnya ketika ia tahu sekarang saatnya istirahat atau pulang?

Tercerahkan. Itu karena kita mengerti dan bahagia.

Mereka yang mudah tersenyum itu karena mereka sulit menemukan alasan untuk tidak tersenyum. Dan pribadi-pribadi besar itu berperilaku besar dengan tidak tersulut amarahnya oleh serangan orang kecil.

Dunia itu ada untuk menjadi tester bagi mereka yang ingin naik. Teknisnya, ia memberikan kita apa yang tidak kita inginkan. Maka sungguh, mereka yang dicadangkan oleh Tuhannya untuk menjadi pribadi besar akan berlaku besar. Ia memerangi dunia dengan senjata terbaiknya, senyum.

Perhatikan ya, bila senyumnya orang yang tersenyum itu karena mereka tercerahkan, mereka akan berusaha menjadikan dirinya disetujui. Berapa banyak orang yang dengan senyum palsunya kemudian merasa sedih karena usulan mereka ditolak? Sekalipun mereka melakukannya dengan senyum?

Dan bagaimana dengan pribadi-pribadi besar yang tetap tersenyum sekalipun mereka menemui kegagalan karena mereka tahu dan yakin, cara terbaik Tuhannya untuk meyakinkan dia, bahwa cara-cara yang dipakainya itu tidak akan mencemerlangkan pencapaiannya, adalah dengan menggagalkan rencananya?

Ia yang pantas disetujui adalah ia yang meyakinkan dan mampu berdamai dengan dirinya. Ia mampu mengatasi dunia karena ia telah memegang handle dunia, kunci untuk mengerjakan segala sesuatu tanpa risiko sesal yang besar, yaitu senyum penuh kasih karena mereka bahagia.

Mereka yang tersenyum kala hal buruk menimpa mereka, adalah mereka yang sadar bahwa jika ia tidak dapat diberikan kebahagiaan pada saat itu, ia akan berlari ke arah lain dan mampu menciptakan kebahagiaan itu sendiri. Ia menjadikan hidupnya berharga.

Di saat itu, ia telah memenangkan pertarungan terhadap kehidupan, yang berperan sebagai sebaik-baik lawan.

Your Smile is Your Greatest Weapon.

(ADB)

Titled Words for Today - AS LONG AS YOU HEALTHY, YOU WILL ALWAYS RICH

"As long as you healthy, you will be always rich."
(Goofy/AWD/1443)

Judul yang saya angkat di atas, bukanlah untaian kata yang menemakan pentingnya kesehatan.

Judul yang saya angkat di atas, sejatinya merupakan rangkaian kata yang tujuan tersampainya secara implisit.

Bahwa, bahkan hanya dengan bermodal kesehatan pun, kita bisa kaya.

Lagipula, memangnya kaya itu apa?

Apakah ia adalah sebuah kata yang menggambarkan alasan kita untuk menghabiskan separuh masa hidup kita untuk bekerja? Tidak.

Setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan untuk mengutamakan kemampuan yang terhormat atau kekayaan yang cacat.

Cacat kenapa? Karena kita melupakan satu komponen yang merubah "kaya" itu menjadi "kekayaan". Tujuan hidup kita yang paling mendasar adalah bahagia. Dan banyak orang yang menyimpang dari tujuan dasar dalam proses pendakiannya.

Kita ini bekerja bukan untuk cari uang, lho. Kita ini bekerja, atau belajar, untuk memperbaiki kualitas hidup. Cari uang toh, bisa dimana saja. Dengan catatan, caranya pantas.

"Kekayaan" yang sesungguhnya itu adalah sinonim dari kata "kebahagiaan".

Perhatikan ya, berapa banyak orang yang gajinya perbulan bisa membeli mobil merasa kesal hanya karena harus naik kendaraan umum?

Dan berapa banyak anak miskin yang penghasilan perbulan ayahnya hanya sanggup untuk membeli buku merasa bangga karena ayahnya mampu melengkapi kebahagiaanya dengan mainan hasil barang bekas yang ditemukannya?

Proses. Itu yang membuat ulat menjadi kupu-kupu.

Cek, seberapa besar pengaruh faktor harta selama ini yang mampu memanipulasi kebahagiaan anda. Cek, seberapa banyak hal-hal kecil yang mampu menjadikan anda sebahagia anak kecil yang mendapatkan mainan baru.

Kekayaan itu tidak terletak pada harta, namun terletak pada senyum orang-orang yang sanggup kita bahagiakan. Dengan sepenuh hati, dengan segenap tenaga yang tidak akan kita miliki, seandaianya kita tidak memiliki dasar dari terjadinya segala tindakan, yaitu kesehatan.


"As long as you healthy, you will be always rich."

(ADB)

Titled Words for Today - CURIOSITY IS WHAT KILLED THE CAT

"Curiosity is What Killed The Cat".

Rasa penasaran itu sejatinya adalah jalan setapak di sebuah area tanpa batas, yang disebut; keingintahuan.

Orang yang bahagia hidupnya adalah mereka yang mengerti, tercerahkan. Sehingga, mereka yang menghadapi hidup ini dengan langkah berat, adalah mereka yang belum merasakan kehidupan ini secara seutuhnya.

Tercerahkan. Karena orang yang mengerti mukanya akan terlihat cerah. Ya?

Pribadi-pribadi yang menahan diri mereka dari mengerti, akan membatasi diri mereka dengan lingkaran yang hanya mengizinkan pendapat orang seagama, se-partai, setingkat pendidikannya, dan sebagainya.

Berapa banyak orang yang hidup di dunia ini dalam kekesalan hanya karena opini kecilnya mengenai pakaian berbeda dengan pasangannya? Itu dulu.

Padahal, keberhasilan hidup ini dibangun dari suatu pengertian luas yang mampu diaplikasikan secara maksimal.

Rasa penasaran itu baik, asal dikembangkan dengan baik untuk tujuan yang baik. Curiosity adalah stimulus bagi timbulnya ide-ide baru yang lebih memantaskan kita untuk sesuatu yang lebih besar.

Jadi,

" The right kind of curiosity probably saves a lot of cats."
(Donald Duck/Carl Barks)

(ADB)