Rabu, 04 Agustus 2010
Words for Today
Kebijaksanaan tanpa ketegasan, sejatinya tidak lain laiknya payung tak beratap. (ADB)
Kamis, 29 Juli 2010
Words for Today
Melakukan itu memang sulit, dan bicara itu memang mudah.
Tapi,
Apakah sebuah persoalan akan usai,
Jika yang mudah saja tidak kita kuasai?
Jika yang mudah saja enggan untuk kita pahami?
Jika yang mudah saja kita anggap perendahan terhadap orang lain?
Melakukan itu memang sulit, dan bicara itu memang mudah.
Namun percayalah,
Yang sulit-sulit itu, menyembunyikan kemudahan yang besarnya sama dibaliknya.
Yang sulit-sulit itu, menghadirkan hadiah yang berharga seusainya.
(ADB)
Tapi,
Apakah sebuah persoalan akan usai,
Jika yang mudah saja tidak kita kuasai?
Jika yang mudah saja enggan untuk kita pahami?
Jika yang mudah saja kita anggap perendahan terhadap orang lain?
Melakukan itu memang sulit, dan bicara itu memang mudah.
Namun percayalah,
Yang sulit-sulit itu, menyembunyikan kemudahan yang besarnya sama dibaliknya.
Yang sulit-sulit itu, menghadirkan hadiah yang berharga seusainya.
(ADB)
Words for Today
Saat kau pikir telah meniatkan yang benar, melakukan yang benar, serta mengupayakan dengan cara yang benar,
Lalu Tuhan menaruhmu pada situasi yang membuatmu berpikir dunia ini tidak adil,
Berbahagialah.
Sesungguhnya, itulah yang disebut peningkatan kualitas.
Dan bersama terselesaikannya peningkatan sebuah kualitas,
Akan hadir kebahagiaan atas pengertian. (ADB)
Lalu Tuhan menaruhmu pada situasi yang membuatmu berpikir dunia ini tidak adil,
Berbahagialah.
Sesungguhnya, itulah yang disebut peningkatan kualitas.
Dan bersama terselesaikannya peningkatan sebuah kualitas,
Akan hadir kebahagiaan atas pengertian. (ADB)
Minggu, 25 Juli 2010
Titled Words for Today - THE DECISION MAKER
"The Decision Maker"
Sahabatku yang sedang mengusahakan kegemilangan hidupnya,
Semoga salam dan sapa saya di malam yang menguatkan ini menjumpai kita semua sedang berada dalam kedamaian hati, juga kehangatan ditengah keluarga dan sahabat terkasih.
Gelar 'khalifah' yang disematkan-Nya pada kita diawal denyut kehidupan kita, bukanlah semata-mata hadir tanpa aral. Dalam keseharian, pribadi-pribadi yang disiapkan menjadi pemimpin itu akan ditemani oleh berbagai keharusan. Salah satunya, keharusan untuk memutuskan.
Bahasan TWFT kali ini diangkat dari kesadaran saya bahwa memutuskan itu penting juga harus. Cerminan kehidupan kita dilihat dari tiap keputusan yang kita ambil. All of us were born to become the decision maker. Sang Pembuat Keputusan.
So please kindly enjoy, think, and absorb.
-------------------------
Anak burung yang baru saja menetas,
Akan selamanya menjadi anak burung yang lemah, manja, juga ketergantungan,
Jika saja ia memutuskan untuk tidak memercayai induknya yang memaksanya terbang.
Dan seorang anak manusia yang polos, lucu, pun penurut,
Akan dengan mudahnya berubah menjadi orang dewasa yang pembangkang, seram, dan miskin,
Jika saja ia memutuskan untuk melakukan segala hal buruk yang dilarang - oleh siapapun itu.
Sahabatku yang baik hatinya,
Dari banyak hal dalam dunia ini, ada beberapa yang menuntut kita sebagai penyelesai.
Salah satunya adalah keputusan.
Seorang pemimpin, akan selalu ditemani jalannya dengan berbagai keharusan untuk memilih antara dua atau lebih pilihan.
Bersamaan dengan itu, muncullah pribadi yang pemalas, yang rajin, yang penunda, dan yang bijak.
Percayalah jika kita menolak untuk memutuskan sesuatu, maka kita akan diwajibkan untuk memutuskan yang lain.
Keputusan itu sifatnya optional.
Namun,
Memutuskan adalah keharusan.
*****
Temanku, yang hatinya masih ranum dalam mengambil tindakan penting bagi hidupnya,
Sekarang saya tanya pertanyaan yang sedikit berani ya?
Benarkah segalanya mungkin bagi Tuhan? Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?
Tidak ada?
Fufu.... jawabannya, ada.
"Loh, kok bisa? Kan Tuhan Maha Bisa atas segalanya?"
Ya... Tapi bukankah telah Ia katakan padamu, bahwa
"Tidak akan Aku ubah nasib suatu kaum, kecuali ia yang merubah dirinya sendiri"?
Yang Maha Tidak Terbatas itu telah membatasi diri-Nya sendiri untuk tidak mengubah mereka-mereka yang bahkan terlalu malas untuk berpikir bagi dirinya.
Menjadikan diri sendiri pribadi yang penunda, cerdas, pemalas, berstatus baik, atau layak menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar kesemuanya itu adalah berawal dari keputusan. Sebuah keputusan yang dipikir matang dan baik.
Kemudian, dengan segalanya itu sadarlah bila ternyata
Aku berhak memutuskan bagi kehidupan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang.
Aku berhak memutuskan menjadi pribadi yang berbahagia.
Aku berhak untuk berbahagia.
*****
Sekarang coba perhatikan kasus ini.
Ada seorang prajurit, yang pada suatu saat oleh atasannya akan diangkat ke tingkatan jabatan yang telah lama diidam-idamkannya ditambah menikahi putrinya yang amat cantik dengan syarat dia harus menemui atasan tersebut pada hari itu juga.
Sedangkan, ibunya yang telah lama berada dirumah sakit divonis dapat meninggal pada hari yang sama.
Bila dia itu Anda, yang mana yang Anda pilih?
Beberapa kawan saya menjawab, "Ya, datangi atasannya saja. Toh, ibunya akan meninggal juga kan? Anggota keluarga yang lain bisa menemani dia, dan kesempatan macam ini mungkin tidak akan hadir dua kali.
Esoknya karena keajaiban, bisa saja ibu itu masih hidup. Dan sekalinyapun tidak, kita masih bisa melayat serta mensalatkan sebagai anak yang baik".
Begitu pulakah Anda?
Lalu bagaimana dengan kemungkinan ini,
Atasan Anda mengetahui perkara itu dan berkata,
'Aku orang yang teramat menghargai orang tua. Bagaimana bisa engkau lebih memilih karir dan wanita dibandingkan ibu yang telah susah payah melahirkan serta menyapihmu? Dan jika engkau bisa tidak peduli terhadap ibumu, bagaimana bisa aku percaya kau akan peduli terhadap anakku?'.
Bila esoknya ibu Anda ternyata masih hidup, apakah ia akan menerima fakta bahwa Anda lebih memilih tahta dan wanita dibanding ibu Anda?
You're what you decide.
Temanku, yang pengertiannya adalah tujuan dari upayaku,
Jika engkau bimbang dalam memilih keputusan yang keduanya kelihatan baik,
Pilihlah yang mengundang senyumnya Tuhan.
Dengannya, sejelek apapun hasil nyatanya, percayalah bahwa itu yang dikehendaki-Nya.
Lalu jika kau bersedih,
Ingatlah,
Kehendak-Nya tidak pernah salah.
Dia-lah Yang Maha Tahu dan Maha Penyayang atasmu.
So, from now on just believe that you have full authority to decide on your own.
Because everebody are leader for themselves. And,
Because everybody will have to and get the same rights to become...
The Decision Maker.
(ADB)
Sahabatku yang sedang mengusahakan kegemilangan hidupnya,
Semoga salam dan sapa saya di malam yang menguatkan ini menjumpai kita semua sedang berada dalam kedamaian hati, juga kehangatan ditengah keluarga dan sahabat terkasih.
Gelar 'khalifah' yang disematkan-Nya pada kita diawal denyut kehidupan kita, bukanlah semata-mata hadir tanpa aral. Dalam keseharian, pribadi-pribadi yang disiapkan menjadi pemimpin itu akan ditemani oleh berbagai keharusan. Salah satunya, keharusan untuk memutuskan.
Bahasan TWFT kali ini diangkat dari kesadaran saya bahwa memutuskan itu penting juga harus. Cerminan kehidupan kita dilihat dari tiap keputusan yang kita ambil. All of us were born to become the decision maker. Sang Pembuat Keputusan.
So please kindly enjoy, think, and absorb.
-------------------------
Anak burung yang baru saja menetas,
Akan selamanya menjadi anak burung yang lemah, manja, juga ketergantungan,
Jika saja ia memutuskan untuk tidak memercayai induknya yang memaksanya terbang.
Dan seorang anak manusia yang polos, lucu, pun penurut,
Akan dengan mudahnya berubah menjadi orang dewasa yang pembangkang, seram, dan miskin,
Jika saja ia memutuskan untuk melakukan segala hal buruk yang dilarang - oleh siapapun itu.
Sahabatku yang baik hatinya,
Dari banyak hal dalam dunia ini, ada beberapa yang menuntut kita sebagai penyelesai.
Salah satunya adalah keputusan.
Seorang pemimpin, akan selalu ditemani jalannya dengan berbagai keharusan untuk memilih antara dua atau lebih pilihan.
Bersamaan dengan itu, muncullah pribadi yang pemalas, yang rajin, yang penunda, dan yang bijak.
Percayalah jika kita menolak untuk memutuskan sesuatu, maka kita akan diwajibkan untuk memutuskan yang lain.
Keputusan itu sifatnya optional.
Namun,
Memutuskan adalah keharusan.
*****
Temanku, yang hatinya masih ranum dalam mengambil tindakan penting bagi hidupnya,
Sekarang saya tanya pertanyaan yang sedikit berani ya?
Benarkah segalanya mungkin bagi Tuhan? Apa yang tidak mungkin bagi Tuhan?
Tidak ada?
Fufu.... jawabannya, ada.
"Loh, kok bisa? Kan Tuhan Maha Bisa atas segalanya?"
Ya... Tapi bukankah telah Ia katakan padamu, bahwa
"Tidak akan Aku ubah nasib suatu kaum, kecuali ia yang merubah dirinya sendiri"?
Yang Maha Tidak Terbatas itu telah membatasi diri-Nya sendiri untuk tidak mengubah mereka-mereka yang bahkan terlalu malas untuk berpikir bagi dirinya.
Menjadikan diri sendiri pribadi yang penunda, cerdas, pemalas, berstatus baik, atau layak menjadi pemimpin sebuah perusahaan besar kesemuanya itu adalah berawal dari keputusan. Sebuah keputusan yang dipikir matang dan baik.
Kemudian, dengan segalanya itu sadarlah bila ternyata
Aku berhak memutuskan bagi kehidupan yang sejahtera, yang berbahagia, dan yang cemerlang.
Aku berhak memutuskan menjadi pribadi yang berbahagia.
Aku berhak untuk berbahagia.
*****
Sekarang coba perhatikan kasus ini.
Ada seorang prajurit, yang pada suatu saat oleh atasannya akan diangkat ke tingkatan jabatan yang telah lama diidam-idamkannya ditambah menikahi putrinya yang amat cantik dengan syarat dia harus menemui atasan tersebut pada hari itu juga.
Sedangkan, ibunya yang telah lama berada dirumah sakit divonis dapat meninggal pada hari yang sama.
Bila dia itu Anda, yang mana yang Anda pilih?
Beberapa kawan saya menjawab, "Ya, datangi atasannya saja. Toh, ibunya akan meninggal juga kan? Anggota keluarga yang lain bisa menemani dia, dan kesempatan macam ini mungkin tidak akan hadir dua kali.
Esoknya karena keajaiban, bisa saja ibu itu masih hidup. Dan sekalinyapun tidak, kita masih bisa melayat serta mensalatkan sebagai anak yang baik".
Begitu pulakah Anda?
Lalu bagaimana dengan kemungkinan ini,
Atasan Anda mengetahui perkara itu dan berkata,
'Aku orang yang teramat menghargai orang tua. Bagaimana bisa engkau lebih memilih karir dan wanita dibandingkan ibu yang telah susah payah melahirkan serta menyapihmu? Dan jika engkau bisa tidak peduli terhadap ibumu, bagaimana bisa aku percaya kau akan peduli terhadap anakku?'.
Bila esoknya ibu Anda ternyata masih hidup, apakah ia akan menerima fakta bahwa Anda lebih memilih tahta dan wanita dibanding ibu Anda?
You're what you decide.
Temanku, yang pengertiannya adalah tujuan dari upayaku,
Jika engkau bimbang dalam memilih keputusan yang keduanya kelihatan baik,
Pilihlah yang mengundang senyumnya Tuhan.
Dengannya, sejelek apapun hasil nyatanya, percayalah bahwa itu yang dikehendaki-Nya.
Lalu jika kau bersedih,
Ingatlah,
Kehendak-Nya tidak pernah salah.
Dia-lah Yang Maha Tahu dan Maha Penyayang atasmu.
So, from now on just believe that you have full authority to decide on your own.
Because everebody are leader for themselves. And,
Because everybody will have to and get the same rights to become...
The Decision Maker.
(ADB)
Titled Words for Today - BECOMING A FUTURE AUTHOR
"Becoming A Future Author"
Sahabatku yang sabar dalam menghadapi peluh kehidupannya,
Saya harap tulisan saya yang muncul ditengah rabu malam ini menghadapi kita semua sebagai pribadi yang tidak menyangsikan potensinya sendiri, dan selalu berupaya. Perlu kita sadari bahwa banyak dari kita yang menjalani hari-harinya dengan penuh kekhawatiran akan kejelasan masa depannya, namun tidak terlihat berusaha keras karena sebagian besar waktunya telah ia gunakan untuk khawatir.
Tulisan saya kali ini mengambil ide pemikiran bahwa tidak sepenuhnya masa depan itu buram, atau tidak terlihat. Sebaliknya, ia dapat begitu jelas tergambar di depan kita layaknya hasil tulisan seorang penulis. Just become a future author.
So kindly enjoy, think, and absorb.
--------------------------
Temanku yang pengertianmu adalah upah dari kerja kerasku,
Masa depan tidak dirancang serumit masa lalu.
Sebab bagi masa depan, sekalipun kelihatannya jauh, ia dekat. Masa depan masih dapat kita perkirakan, kita tentukan sebisa-nya kita, kita bayangkan, kita pelajari, tempat kelahiran kata 'harapan' juga 'asa', dan bahkan dapat kita tolak, serta kita persiapkan ancang-ancangnya layaknya menunggu peluit untuk berlari.
Sedangkan masa lalu, sekalipun kelihatannya dekat, ia jauh. Tidak dapat lagi kita ubah, tidak dapat lagi ditentukan, ajang suburnya kata 'penyesalan', tempat yang tidak dapat kita capai, sangat jelas walau juga abstrak.
Masa depan jauh lebih fleksibel dibandingkan dengan masa lalu.
Kita semua dilahirkan bak secarik kertas kosong.
Bagi seorang penulis, kertas itu bagaikan ladang bagi petani, pabrik bagi pengusaha, dan kanvas bagi pelukis.
Yang nilai dari kertas itu dilihat dari seberkualitas apa kertas tersebut.
Dan keberkualitasan itu dinilai dari isinya;
Yakni perilaku, pola pikir, keputusan, sikap, yang dilakukan maupun tidak - oleh kita.
Sekarang saya ajukan penawaran, ya?
Kau bisa hidup dengan semena-menanya terhadap dirimu. Berfikir hanya untuk kesenangan hari ini, untuk kemudian menjadikan hari ini salah satu dari pundi-pundi hari penyesalan di masa tua nanti. Tetap merasa cemas akan kejelasan masa depan, meyakini bahwa tidak mungkin kita punya kuasa terhadap masa depan, sehingga merancukan pengertian akan pasrah dan tidak mencoba. Menjadikan didalam kertas kosong itu dengan sendirinya tertulis bagaimana kamu menghabiskan masa muda dengan perbuatan-perbuatan yang tidak mengindahkan serta menambah penghormatan terhadapmu.
Atau kau bisa hidup dengan penuh kehati-hatian. Ketika kau akan melakukan yang kau tahu itu adalah penyebab penurunan kualitas hidup, kau segera sadar akan keharusanmu memelihara tulisan baik pada kertas milikmu. Kau rancang sendiri masa depanmu dan berupaya sekuat tenaga didalamnya sebab kau tahu Tuhan akan senantiasa mendukung tujuan baik. Masa depan bagimu senyata jembatan yang menyambungkanmu dengan cita-citamu, pun seketara sinar matahari yang menyinari langkahmu daripadanya.
Kau yang menulis masa depanmu sendiri.
*****
Hei...
Aku dengar ada suara kecil di hati yang penasaran itu berkata,
"Bagaimana bisa kita menuliskan masa depan, sedangkan segalanya telah ditentukan?"
Kawanku yang baik hatinya,
Setiap pribadi memiliki lebih dari satu masa depan.
Satu orang yang sama, dapat merasakan masa depan yang buruk, menyulitkan, serta meletihkan sebagai gelandangan jika di masa sekarangnya dia memutuskan untuk pergi dari rumah dan menggunakan semua uang yang ia miliki untuk obat-obatan terlarang.
Namun orang tersebut juga dapat merasakan masa depan yang indah, elegan, juga berkelas jika ia menggunakan waktu yang ia miliki untuk berupaya, berbakti, belajar, serta memberikan pelayanan yang terbaik pada kliennya.
Semua tergantung keputusannya untuk menuliskan masa depan yang mana.
Sejarah tidak pernah bosannya mencatat kehidupan buruk yang dialami anak saudagar kaya yang pemalas sebagaimana ia juga tak pernah jenuh membukukan kehidupan baik yang dijalani seorang anak jalanan yang bertekad kuat.
Sahabatku yang kuelukan keberhasilannya,
Jangan sia-siakan kewenangan yang Dia berikan padamu untuk menulis masa depanmu sendiri.
Maka jadikanlah hati yang ranum terhadap kerasnya dunia ini belajar,
Untuk nantinya ia dapat mengajarkan bahwa kesetiaan terhadap yang membaikkan itulah yang terbaik.
Yang mengisi 'kertas kehidupan' kita tidak lain adalah diri kita sendiri, sadar maupun tidak.
Bila engkau khawatir akan noda di masa lalu yang telah engkau tumpahkan pada kertas itu,
Yakinlah bahwa Ia niscaya akan dengan senang hati dan mudahnya menghapus noda itu - dengan kesadaranmu.
If you are not sure about your future,
Just simply ensure yourself that,
Everyone are future author for themselves.
(ADB)
Sahabatku yang sabar dalam menghadapi peluh kehidupannya,
Saya harap tulisan saya yang muncul ditengah rabu malam ini menghadapi kita semua sebagai pribadi yang tidak menyangsikan potensinya sendiri, dan selalu berupaya. Perlu kita sadari bahwa banyak dari kita yang menjalani hari-harinya dengan penuh kekhawatiran akan kejelasan masa depannya, namun tidak terlihat berusaha keras karena sebagian besar waktunya telah ia gunakan untuk khawatir.
Tulisan saya kali ini mengambil ide pemikiran bahwa tidak sepenuhnya masa depan itu buram, atau tidak terlihat. Sebaliknya, ia dapat begitu jelas tergambar di depan kita layaknya hasil tulisan seorang penulis. Just become a future author.
So kindly enjoy, think, and absorb.
--------------------------
Temanku yang pengertianmu adalah upah dari kerja kerasku,
Masa depan tidak dirancang serumit masa lalu.
Sebab bagi masa depan, sekalipun kelihatannya jauh, ia dekat. Masa depan masih dapat kita perkirakan, kita tentukan sebisa-nya kita, kita bayangkan, kita pelajari, tempat kelahiran kata 'harapan' juga 'asa', dan bahkan dapat kita tolak, serta kita persiapkan ancang-ancangnya layaknya menunggu peluit untuk berlari.
Sedangkan masa lalu, sekalipun kelihatannya dekat, ia jauh. Tidak dapat lagi kita ubah, tidak dapat lagi ditentukan, ajang suburnya kata 'penyesalan', tempat yang tidak dapat kita capai, sangat jelas walau juga abstrak.
Masa depan jauh lebih fleksibel dibandingkan dengan masa lalu.
Kita semua dilahirkan bak secarik kertas kosong.
Bagi seorang penulis, kertas itu bagaikan ladang bagi petani, pabrik bagi pengusaha, dan kanvas bagi pelukis.
Yang nilai dari kertas itu dilihat dari seberkualitas apa kertas tersebut.
Dan keberkualitasan itu dinilai dari isinya;
Yakni perilaku, pola pikir, keputusan, sikap, yang dilakukan maupun tidak - oleh kita.
Sekarang saya ajukan penawaran, ya?
Kau bisa hidup dengan semena-menanya terhadap dirimu. Berfikir hanya untuk kesenangan hari ini, untuk kemudian menjadikan hari ini salah satu dari pundi-pundi hari penyesalan di masa tua nanti. Tetap merasa cemas akan kejelasan masa depan, meyakini bahwa tidak mungkin kita punya kuasa terhadap masa depan, sehingga merancukan pengertian akan pasrah dan tidak mencoba. Menjadikan didalam kertas kosong itu dengan sendirinya tertulis bagaimana kamu menghabiskan masa muda dengan perbuatan-perbuatan yang tidak mengindahkan serta menambah penghormatan terhadapmu.
Atau kau bisa hidup dengan penuh kehati-hatian. Ketika kau akan melakukan yang kau tahu itu adalah penyebab penurunan kualitas hidup, kau segera sadar akan keharusanmu memelihara tulisan baik pada kertas milikmu. Kau rancang sendiri masa depanmu dan berupaya sekuat tenaga didalamnya sebab kau tahu Tuhan akan senantiasa mendukung tujuan baik. Masa depan bagimu senyata jembatan yang menyambungkanmu dengan cita-citamu, pun seketara sinar matahari yang menyinari langkahmu daripadanya.
Kau yang menulis masa depanmu sendiri.
*****
Hei...
Aku dengar ada suara kecil di hati yang penasaran itu berkata,
"Bagaimana bisa kita menuliskan masa depan, sedangkan segalanya telah ditentukan?"
Kawanku yang baik hatinya,
Setiap pribadi memiliki lebih dari satu masa depan.
Satu orang yang sama, dapat merasakan masa depan yang buruk, menyulitkan, serta meletihkan sebagai gelandangan jika di masa sekarangnya dia memutuskan untuk pergi dari rumah dan menggunakan semua uang yang ia miliki untuk obat-obatan terlarang.
Namun orang tersebut juga dapat merasakan masa depan yang indah, elegan, juga berkelas jika ia menggunakan waktu yang ia miliki untuk berupaya, berbakti, belajar, serta memberikan pelayanan yang terbaik pada kliennya.
Semua tergantung keputusannya untuk menuliskan masa depan yang mana.
Sejarah tidak pernah bosannya mencatat kehidupan buruk yang dialami anak saudagar kaya yang pemalas sebagaimana ia juga tak pernah jenuh membukukan kehidupan baik yang dijalani seorang anak jalanan yang bertekad kuat.
Sahabatku yang kuelukan keberhasilannya,
Jangan sia-siakan kewenangan yang Dia berikan padamu untuk menulis masa depanmu sendiri.
Maka jadikanlah hati yang ranum terhadap kerasnya dunia ini belajar,
Untuk nantinya ia dapat mengajarkan bahwa kesetiaan terhadap yang membaikkan itulah yang terbaik.
Yang mengisi 'kertas kehidupan' kita tidak lain adalah diri kita sendiri, sadar maupun tidak.
Bila engkau khawatir akan noda di masa lalu yang telah engkau tumpahkan pada kertas itu,
Yakinlah bahwa Ia niscaya akan dengan senang hati dan mudahnya menghapus noda itu - dengan kesadaranmu.
If you are not sure about your future,
Just simply ensure yourself that,
Everyone are future author for themselves.
(ADB)
Words for Today
Segala sesuatu dalam hidup ini memerlukan momen.
Yakni saat dimana kehadirannya tepat, dan berdaya guna maksimal.
Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa komposisi hidup ini laksana rempah-rempah mewah;
Yang ia baru akan terasa kemewahannya ketika ia digunakan pada racikan yang tepat serta bersamaan dengan bumbu-bumbu tertentu saja.
Sabarlah, dan jangan terburu-buru menyegerakan.
Sebab,
Bagi hal-hal agung didunia ini,
Segalanya akan indah pada waktunya. (ADB)
Yakni saat dimana kehadirannya tepat, dan berdaya guna maksimal.
Sayangnya, banyak yang tidak menyadari bahwa komposisi hidup ini laksana rempah-rempah mewah;
Yang ia baru akan terasa kemewahannya ketika ia digunakan pada racikan yang tepat serta bersamaan dengan bumbu-bumbu tertentu saja.
Sabarlah, dan jangan terburu-buru menyegerakan.
Sebab,
Bagi hal-hal agung didunia ini,
Segalanya akan indah pada waktunya. (ADB)
Words for Today
Sesuatu itu dikatakan menguntungkan bila pelayanan yang diberikan olehnya melebihi kerugian yang dapat dimunculkannya.
Sebagaimana,
Sesuatu itu dikatakan merugikan bila kemampuannya untuk melayani tidak sebesar dampak buruknya.
Maka sesungguhnya,
Nilai dari sesuatu - baik itu benda, orang, atau sebuah hubungan - bergantung dari cara kita menjadikannya sesuatu yang menghebatkan kita, alih-alih menjelekkan.
Tidak selamanya yang dinilai kurang baik, benar-benar kurang baik.
Tidak selamanya anggapan banyak orang, mengalahkan pembuktian kuat oleh seorang.
Karenanya,
Jadikanlah semua yang kau lakukan, kau dapat itu bertujuan dan bernilai baik.
Sebab,
Hanya yang bertujuan dan bernilai baik itulah yang dijanjikan balasan baik pula oleh-Nya.
(ADB)
Sebagaimana,
Sesuatu itu dikatakan merugikan bila kemampuannya untuk melayani tidak sebesar dampak buruknya.
Maka sesungguhnya,
Nilai dari sesuatu - baik itu benda, orang, atau sebuah hubungan - bergantung dari cara kita menjadikannya sesuatu yang menghebatkan kita, alih-alih menjelekkan.
Tidak selamanya yang dinilai kurang baik, benar-benar kurang baik.
Tidak selamanya anggapan banyak orang, mengalahkan pembuktian kuat oleh seorang.
Karenanya,
Jadikanlah semua yang kau lakukan, kau dapat itu bertujuan dan bernilai baik.
Sebab,
Hanya yang bertujuan dan bernilai baik itulah yang dijanjikan balasan baik pula oleh-Nya.
(ADB)
Langganan:
Postingan (Atom)